136.GUNUNG MUNARA
Akhirnya, di waktu yang singkat, kami #SlipiSquad minus Rudy untuk coba jalan-jalan lagi ke tempat yang lagi nge-heitz di daerah Parung, Bogor namanya gunung Munara. Seperti biasa, yang namanya tempat yang lagi nge-heitz itu adalah dampak dari ngetrend nya traveler-traveler yang fotonya bagus bagus, dan as expected, ternyata sampai disana yang datang 90% anak muda.
Karena mikir cuma di Bogor, kami jadinya plan buat touring aja, pake motor dan sama sekali nggak menyiapkan buat perlengkapan naik gunung, alias, pake celana jeans aja cukup. LAKI.

Jalan yang harus dilewati memang enggak mudah sih, terutama finger point ke temen gue si tacul. Well, walau dia itu temen setongkrongan, tapi baru kali ini dia ikut menjelajah yang sifatnya agak nge-bolang. Sebelumnya sih untuk travel yang kota-kota aja gitu, ya itung-itung perjalanan yang agak ekstrim terakhir sebelum nanti inshaaAllah bulan Agustus dia akan nikah. Buat orang yang nggak biasa perjalanan begini, gunung munara yang tingginya hanya 1119 mdpl pun bisa jadi sangat, sangat berat buat dilewati, apalagi jalannnya lumayan harus nanjak yang agak curam dan kami nggak ngitung berapa kali kami harus berhenti karena nungguin tacul. (oh iya, tacul itu yang paling kiri di foto paling atas).
ehm, yang diatas ini belum puncak ya. Yang di puncak baru dibawah ini, gimana? nggak terlalu tinggi kan? tapi dengan posisinya yang ada nggak jauh dari Jakarta, termasuk lumayan buat jadi tempat wisata. Hanya sayang aja, perjalanan dari Jakarta menuju gunung ini, hingga saat ini sangat JELEK, oh kurang jelek?, iya JELEK BANGET, lewat jalanan yang sama dengan truk-truk di daerah Banten dan jalannya seancur-ancurnya-ancur deh pokoknya. Lucunya setelah melewati perbatasan banten-bogor, jalanan bagus, mulus untuk daerah bogornya, no comment lah soal ini, yang pasti keliatan bedanya.
Oh iya, di gunung munara ini nggak cuma bisa jadi sunrise point atau tempat camp aja, tapi ada juga beberapa situs yang bisa dikunjungi sembari nanjak sampai puncak.
Beberapa diantaranya adalah Situs keramat Gadogan Kuda, bentuknya kayak gua yang didalamnya ada tempat yang agak lapang buat neduh dan bikin api unggun. Konon katanya, gua ini digunakan sunan gunung jati dulu untuk kabur menyelamatkan diri dari kejaran tentara saat perang.
Kemudian adalagi namanya batu adzan, seperti dibawah ini, letaknya agak ke barat di gunung munara, agak effort lumayan buat sampai kesana karena harus nanjak batu-batu yang agak curam (yah kebayang ya waktu gue naik nya gimana). Batu kosong yang dipandang sofyan dibawah ini, biasa digunakan penduduk sekitar untuk mengumandangkan adzan!. Ntah sejarahnya gimana, yang pasti penduduk sekitar bilang kalau setiap waktu sholat sudah datang, ada orang yang naik kesana dan harus punya wudhu dan disegerakan untuk ber-adzan. Sayangnya waktu gue kesana, bukan waktunya, jadi nggak bisa foto, kali ini mungkin dibayangkan aja kali ya.
Kalo diinget-inget masih banyak juga situs-situs yang lain di gunung munara ini, seperti goa tempat sunan gunung jati berteduh, goa soekarno, goa batu belah dan lainnya. Tapi dari itu semua, yang paling menarik ya dua diatas ini, batu adzan dan goa gadogan kuda, sakral banget rasanya.
Untuk yang pendaki amatir seperti kami, ternyata di setiap pos juga udah banyak orang yang jualan dan juga di puncaknya malah ada warung, ckckck emang hebat ya orang Indonesia tuh kalau niat cari uang. Jadi nggak usah khawatir juga kalau kekurangan minuman, yang perlu dikhawatirin itu udah kekurangan minuman, kekurangan uang pula.. repot. Tapi paling nggak untuk sampah, saat gue datang kesana lumayan bersih sih, alhamdulillahnya itu.
Nah kalau bajet, paling nggak mesti nyiapin uang sebesar minimal 30 ribu. Dimulai dari parkir motor 5 ribu, pos pertama 10 ribu terus pos kedua 5 ribu, sisanya buat bekal minum di jalan.
Lastly, pakaian terserah sih apa aja, cewek mendaki pakai rok juga ada, yang penting itu satu... sendalnya mesti proper, kalau nggak, licin luar biasa.
~ Selamat jalan-jalan!
Karena mikir cuma di Bogor, kami jadinya plan buat touring aja, pake motor dan sama sekali nggak menyiapkan buat perlengkapan naik gunung, alias, pake celana jeans aja cukup. LAKI.


Jalan yang harus dilewati memang enggak mudah sih, terutama finger point ke temen gue si tacul. Well, walau dia itu temen setongkrongan, tapi baru kali ini dia ikut menjelajah yang sifatnya agak nge-bolang. Sebelumnya sih untuk travel yang kota-kota aja gitu, ya itung-itung perjalanan yang agak ekstrim terakhir sebelum nanti inshaaAllah bulan Agustus dia akan nikah. Buat orang yang nggak biasa perjalanan begini, gunung munara yang tingginya hanya 1119 mdpl pun bisa jadi sangat, sangat berat buat dilewati, apalagi jalannnya lumayan harus nanjak yang agak curam dan kami nggak ngitung berapa kali kami harus berhenti karena nungguin tacul. (oh iya, tacul itu yang paling kiri di foto paling atas).
ehm, yang diatas ini belum puncak ya. Yang di puncak baru dibawah ini, gimana? nggak terlalu tinggi kan? tapi dengan posisinya yang ada nggak jauh dari Jakarta, termasuk lumayan buat jadi tempat wisata. Hanya sayang aja, perjalanan dari Jakarta menuju gunung ini, hingga saat ini sangat JELEK, oh kurang jelek?, iya JELEK BANGET, lewat jalanan yang sama dengan truk-truk di daerah Banten dan jalannya seancur-ancurnya-ancur deh pokoknya. Lucunya setelah melewati perbatasan banten-bogor, jalanan bagus, mulus untuk daerah bogornya, no comment lah soal ini, yang pasti keliatan bedanya.
Oh iya, di gunung munara ini nggak cuma bisa jadi sunrise point atau tempat camp aja, tapi ada juga beberapa situs yang bisa dikunjungi sembari nanjak sampai puncak.
Beberapa diantaranya adalah Situs keramat Gadogan Kuda, bentuknya kayak gua yang didalamnya ada tempat yang agak lapang buat neduh dan bikin api unggun. Konon katanya, gua ini digunakan sunan gunung jati dulu untuk kabur menyelamatkan diri dari kejaran tentara saat perang.
Kemudian adalagi namanya batu adzan, seperti dibawah ini, letaknya agak ke barat di gunung munara, agak effort lumayan buat sampai kesana karena harus nanjak batu-batu yang agak curam (yah kebayang ya waktu gue naik nya gimana). Batu kosong yang dipandang sofyan dibawah ini, biasa digunakan penduduk sekitar untuk mengumandangkan adzan!. Ntah sejarahnya gimana, yang pasti penduduk sekitar bilang kalau setiap waktu sholat sudah datang, ada orang yang naik kesana dan harus punya wudhu dan disegerakan untuk ber-adzan. Sayangnya waktu gue kesana, bukan waktunya, jadi nggak bisa foto, kali ini mungkin dibayangkan aja kali ya.

Kalo diinget-inget masih banyak juga situs-situs yang lain di gunung munara ini, seperti goa tempat sunan gunung jati berteduh, goa soekarno, goa batu belah dan lainnya. Tapi dari itu semua, yang paling menarik ya dua diatas ini, batu adzan dan goa gadogan kuda, sakral banget rasanya.
Untuk yang pendaki amatir seperti kami, ternyata di setiap pos juga udah banyak orang yang jualan dan juga di puncaknya malah ada warung, ckckck emang hebat ya orang Indonesia tuh kalau niat cari uang. Jadi nggak usah khawatir juga kalau kekurangan minuman, yang perlu dikhawatirin itu udah kekurangan minuman, kekurangan uang pula.. repot. Tapi paling nggak untuk sampah, saat gue datang kesana lumayan bersih sih, alhamdulillahnya itu.
Nah kalau bajet, paling nggak mesti nyiapin uang sebesar minimal 30 ribu. Dimulai dari parkir motor 5 ribu, pos pertama 10 ribu terus pos kedua 5 ribu, sisanya buat bekal minum di jalan.
Lastly, pakaian terserah sih apa aja, cewek mendaki pakai rok juga ada, yang penting itu satu... sendalnya mesti proper, kalau nggak, licin luar biasa.
~ Selamat jalan-jalan!
Comments