68.malas

Sindrom ‘Procrastinating’ alias malas-luar-biasa selalu menhantui saya dalam menulis sesuatu, sebetulnya ide-ide ada aja yang muncul dan yang pasti siap untuk dituang, tapi apa daya saya terhadap rasa malas yang begitu berat menggantung berayun-ayun di otak saya ini. Akhir tahun yang sepi, sendu membuat saya semakin sulit untuk kerja dengan semangat, orang-orang pun juga sepertinya sulit meng-iya-kan request meeting yang saya ajukan karena mungkin udah punya tiket liburan.

Semakin dipikir, semakin saya merasa bahwa ternyata saya menghabiskan tahun ini hanya dengan kerja di kantor, kesibukan yang itu-itu saja benar-benar bikin saya muak, mau muntah, tapi harus dipaksa dijalani. Bicara bulan, sekarang bulan Desember, tugas banyak ditambah saya tidak (bisa) punya plan satu pun untuk mengunjungi tempat-tempat selain Sudirman-Thamrin, ya, saya memang enggak ngambil cuti (lagi) bulan ini.

Well, despite semua itu, harus saya akui, usaha berbanding lurus dengan prestasi walaupun dengan kompensasi kejenuhan yang semakin menumpuk.

Enggak ada solusi yang bisa ditawarkan kecuali keluar sebentar dari keseharian yang dijalani selama setahun, keluar dari cengkraman laptop dan kembali melihat luasnya dunia, memang sih saya dua kali melakukan perjalanan, ke Manado bulan Maret dan pulang kampung ke Jogja bulan agustus, tapi saya rasa itu bukan liburan yang hakiki.

Fyi aja nih, saya sekarang aja saya cuma didepan laptop, kerjaan belum beres padahal besok libur. “Idup gue berasa sendu banget.”

Comments

Popular posts from this blog

143.QUOTE DEEPAK CHOPRA

136.GUNUNG MUNARA

139.BYE.COM