111.Ketawa Aja.
It's already february. As i mention long long long time ago, gue itu kerja di perusahaan asing yang masih bisa dibilang startup, padahal udah hampir 4 tahun berdiri. Actually sebenarnya enggak terlalu masalah atau gue sebenarnya enggak mau menggubris ini. tapi bukan startup nya atau 4 tahun yang sudah berdirinya, tapi bagaimana gue harus struggle untuk kerja disini. Gue bukan orang yang cerdas secara otak, gue akui itu.. yang jadi masalah gue sekarang itu adalah lebih kepada lingkungan gue di kantor.
Yes, gue sepertinya membuat masalah gue sendiri. Gue yang terbiasa sendiri, seperti kagok setelah mulai ada banyak orang yang sepantaran gue bekerja di satu tempat yang sama dengan gue. Tapi, bukan itu masalahnya, masalahnya dimana kalau gue itu enggak cocok dengan seseorang. Gue sadari juga kalau ini adalah pilihan gue untuk sedikit introvert di kalangan kantor, keep silent walaupun gue juga sadar, kalau keputusan ini akan sedikit banyak menyulitkan diri gue sendiri. Gue sadar banget dengan gue yang seperti ini akan sulit untuk dekat dengan orang-orang disekitar gue.
Anehnya, gue seperti merasa di lingkungan kantor gue sekarang, gue seperti sulit untuk memulai percakapan, jokes atau apapun itu, gue berasa serius banget padahal gue dasarnya enggak seperti itu. Gaya hidup yang berbeda juga gue temui dan berbeda dengan kebiasaan gue baik dirumah ataupun teman-teman dekat gue. Tapi ya sebenarnya ini juga awalnya karena gue enggak sepertinya enggak cocok juga sih sama seseorang yang buat gue, sangat mengganggu gue sendiri.
Bicara mengenai dia, aneh banget, gue itu sulit untuk mencoba deket sama seseorang kalau gue tau bahwa gue itu enggak cocok sama dia terutama dari segi kepribadian dan sulitnya menerima hal yang memang mungkin sebenarnya sudah begitu dari sananya. Gue sadar gue punya kekurangan dan dia punya kekurangan, tapi gue enggak sangka bisa jadi sebegini gap nya. dia yang mudah untuk bergaul ke banyak orang dan itu seperti gue dulu, mudah untuk masuk ke banyak kepribadian dan cepat cocok dengan orang tersebut.
Gue merasa sangat-sangat...dan sangat happy saat gue harus keluar kantor, away dengan orang-orang kantor serta lingkungannya, i feel like i can be other person, i feel free and i feel good. disini gue bisa tarik sebuah kesimpulan kalau sebenarnya gue bukannya enggak cocok dengan pekerjaan gue dan pada dasarnya gue menjalani aja apa yang ada di depan gue. Tapi dengan gue away dari kantor, gue berasa bisa jadi gue apa adanya dan kerja happily. Gue kerja happily itu gue enggak akan complaint dengan tantangan, keluhan dan segala macam kawan-kawannya hilang ditelan bumi.
Ya, i have to admit, i'm looking forward for an SAP career here, dan gue masih menunggu itu karena ada kemungkinan yang bisa gue dapat di tahun ini. Jika gue enggak dapat ini, gue harap gue bisa dapat itu ditempat lain. bener-bener Bismillah aja dan harus gue tahan tahan tahan banget disini, karena mungkin Allah menginginkan sesuatu dari gue disini atau di kantor gue sekarang.
Yes, gue sepertinya membuat masalah gue sendiri. Gue yang terbiasa sendiri, seperti kagok setelah mulai ada banyak orang yang sepantaran gue bekerja di satu tempat yang sama dengan gue. Tapi, bukan itu masalahnya, masalahnya dimana kalau gue itu enggak cocok dengan seseorang. Gue sadari juga kalau ini adalah pilihan gue untuk sedikit introvert di kalangan kantor, keep silent walaupun gue juga sadar, kalau keputusan ini akan sedikit banyak menyulitkan diri gue sendiri. Gue sadar banget dengan gue yang seperti ini akan sulit untuk dekat dengan orang-orang disekitar gue.
Anehnya, gue seperti merasa di lingkungan kantor gue sekarang, gue seperti sulit untuk memulai percakapan, jokes atau apapun itu, gue berasa serius banget padahal gue dasarnya enggak seperti itu. Gaya hidup yang berbeda juga gue temui dan berbeda dengan kebiasaan gue baik dirumah ataupun teman-teman dekat gue. Tapi ya sebenarnya ini juga awalnya karena gue enggak sepertinya enggak cocok juga sih sama seseorang yang buat gue, sangat mengganggu gue sendiri.
Bicara mengenai dia, aneh banget, gue itu sulit untuk mencoba deket sama seseorang kalau gue tau bahwa gue itu enggak cocok sama dia terutama dari segi kepribadian dan sulitnya menerima hal yang memang mungkin sebenarnya sudah begitu dari sananya. Gue sadar gue punya kekurangan dan dia punya kekurangan, tapi gue enggak sangka bisa jadi sebegini gap nya. dia yang mudah untuk bergaul ke banyak orang dan itu seperti gue dulu, mudah untuk masuk ke banyak kepribadian dan cepat cocok dengan orang tersebut.
Gue merasa sangat-sangat...dan sangat happy saat gue harus keluar kantor, away dengan orang-orang kantor serta lingkungannya, i feel like i can be other person, i feel free and i feel good. disini gue bisa tarik sebuah kesimpulan kalau sebenarnya gue bukannya enggak cocok dengan pekerjaan gue dan pada dasarnya gue menjalani aja apa yang ada di depan gue. Tapi dengan gue away dari kantor, gue berasa bisa jadi gue apa adanya dan kerja happily. Gue kerja happily itu gue enggak akan complaint dengan tantangan, keluhan dan segala macam kawan-kawannya hilang ditelan bumi.
Ya, i have to admit, i'm looking forward for an SAP career here, dan gue masih menunggu itu karena ada kemungkinan yang bisa gue dapat di tahun ini. Jika gue enggak dapat ini, gue harap gue bisa dapat itu ditempat lain. bener-bener Bismillah aja dan harus gue tahan tahan tahan banget disini, karena mungkin Allah menginginkan sesuatu dari gue disini atau di kantor gue sekarang.
Comments