142.REVIEW 25 TAHUN HIDUP
Belakangan gue lagi suka sama medium, salah satu web yang isinya lebih ke arah blog, ya sebenarnya medium juga masuk jadi pertimbangan gue untuk keluar dari blogger, tapi karena keliatannya gue agak kurang sreg karena nggak ada fitur untuk private nya, jadinya gue mengurungkan niat gue untuk pindah.
OK. Ada beberapa artikel yang menurut gue menarik dan salah satunya adalah tentang apa yang udah kita pelajari sejauh ini tentang dunia ini, tempat yang kita tinggali sekarang ini.
OK. Ada beberapa artikel yang menurut gue menarik dan salah satunya adalah tentang apa yang udah kita pelajari sejauh ini tentang dunia ini, tempat yang kita tinggali sekarang ini.
. . .
Waktu gue kecil, yang gue ingat itu adalah gue punya satu cita-cita yang selalu gue ucapkan ketika gue TK hingga gue selesai SMP, yaitu jadi seorang insinyur yang gue sama sekali nggak ngerti itu apaan, saat itu yang gue tau ya insinyur itu ya papa, ya pendeknya, mau jadi kayak papa. Cita-cita standar yang diucapkan oleh seorang anak 5 tahun, gue nggak pernah ingat kalau gue punya cita-cita lain selain itu, apakah jadi rocker atau pemadam kebakaran atau mungkin yang paling lumrah di kebanyakan anak-anak di usia gue saat itu, yaitu seorang dokter (not even in my mid at all!).
Waktu gue kecil, gue sama sekali nggak punya pikiran bagaimana dunia ini bekerja?, kenapa lebar?, kenapa dunia bentuknya seperti ini?. Kalau menilik kebelakang lagi, gue merasa kalau gue bukan seorang anak yang mempunyai mimpi besar atau punya ambisi akan sesuatu. Gue hanya melihat bahwa gue adalah seorang anak yang belum sadar kalau gue harus banyak banget belajar tentang kehidupan ini, gimana nanti menjalani suatu alam yang berbeda, yang disini gue maksud adalah fase dewasa, tapi dari waktu ke waktu dan dengan pola pikir terbuka serta keinginan yang kuat, pelan-pelan rasa ingin tau muncul dan menjadikan gue seseorang yang berubah.
Ya, gue sekarang lagi dalam sebuah perjalanan, bermula dari bagaimana gue melek saat mengetahui bagaimana rasanya berada di kondisi finansial yang mapan tapi secara tiba-tiba harus menerima kenyataan itu harus segera dilupakan dan harus ikut berjuang di usia yang secara ideal mungkin masih seharusnya menikmati hidup. Gue sekarang lagi dalam sebuah perjalanan, dimana gue masih mencari cara untuk bagaimana menjadi seseorang yang ikhlas secara seutuhnya dan menerapkannya secara sungguh-sungguh, bagaimana gue harus terus punya semangat untuk bertarung melawan dunia yang nggak pernah bisa adil. Gue sekarang lagi ada dalam sebuah perjalanan, mencari seperti apa gue yang sebenarnya, kenapa kegagalan-kegagalan yang gue alama itu terjadi karena hal ini penting untuk menjadikan tumbuh jadi seseorang yang matang.
A part of that journey, gue mencoba untuk terus berusaha dengan gue menyelesaikan kuliah gue hingga gue masuk fase bekerja. Gue pernah merasakan bagaimana berpikir egois, jatuh-bangunnya memulai suatu usaha dan bagaimana sabarnya dalam meniti karir yang seakan waktunya sangat panjang hingga gue memutuskan pilihan untuk karir gue sendiri dan berpikir apakah yang gue jalani sekarang ini memang yang terbaik buat gue.
A part of that journey, gue belajar bagaimana orang-orang sekitar gue, melihat gue. Bagaimana mereka melihat cara gue bekerja, bagaimana orang-orang menilai hasilnya. Gue belajar bagaimana mendengar orang lain lebih banyak, bagaimana orang lain menghadapi tantangannya masing-masing dan bagaimana caranya untuk bangkit saat sedang dalam kondisi terpuruk.
Gue merasa orang-orang yang gue temui selama hidup gue ini memang adalah orang-orang yang tepat untuk memberikan sebuah pelajaran hidup dan membuat gue akhirnya berpikir, memaksa otak gue untuk terus berpikir dan mencoba untuk terus bertanya hingga gue berharap kelak bisa jadi manusia yang baik, walaupun tidak sempurna.
Pengalaman hidup gue saat ini mungkin hanya 25 tahun, waktu review yang tepat untuk mengetahui sejauh mana kita jadi manusia yang bermafaat dengan memanfaatkan umur semaksimal mungkin.
Lastly, in case gue melihat gue 25 tahun lagi setelah tulisan ini dibuat, gue akan tantang gue sendiri untuk review apa yang udah gue dapatkan setelah seperempat abad lagi, tapi balik lagi, itupun juga kalau masih dikasih kesempatan hidup.
And yes, this is what I've learned so far.
Comments