09.Second day.
Hi there everyone..
Hari ini hari kedua saya bekerja di perusahaan asing. Surprisingly, saya pada hari pertama langsung ditempatkan di proyek, alias bukan di HQ, yah memang dari awal, saya memang harus di proyek ini untuk kedepannya. Cerita di hari pertama saya sebenarnya enggak terlalu seru.. umm tapi seru juga sih sebenarnya karena ceritanya saya kaget banget saat adanya transisi dari "santai" ke "sangat tidak santai" despite lumayan juga dapat laptop kerja yang di provide sama perusahaan.
Pertemuan saya dengan Jom dari Phillipines, Project Manager in charge yang menjadi atasan saya selama bulan Desember ini bersama Ricky, teman baru yang akan juga ikut dalam proyek ini tapi hanya bulan desember, karena Ricky sepertinya akan dipindah ke proyek lain.
Transisi yang saya harus rasakan benar-benar berubah 180 derajat, dimana saya harus selalu senantiasa aware dengan segala kemungkinan pekerjaan yang mungkin akan muncul ditambah dengan Jom yang sama sekali tidak bisa bicara bahasa, jadinya saya harus selalu standby dengan dualisme dengan bahasa inggris setiap harinya. Ohya, ditambah pula harus kerja sama dengan Accenture, vendor service yang selalu jadi idaman kerja para lulusan IT dimanapun. This such a living dream in my opinion.
Hari kedua,
Hari kedua sih sepertinya rasa sulit mulai agak terobati saat ikut weekly meeting Project Management Organization. Agak sedikit kaku karena introducing diawali dengan interogasi antara saya dengan anggota rapat, ya maklum karena saya yang nanti ada diantara mereka untuk kedepannya. Hari ini juga ada kejadian tak terlupakan dimana PM saya dan PM Accenture discuss meeting yang sedikit agak "alot", jatuhnya jadi seperti debat "hampir" kusir yang disebabkan adanya missmatch dan misscom antara dua belah pihak, tapi in my opinion, clientnya sendiri kurang kooperatif dan cenderung jadi pemicu adanya ketegangan.
Actually menyenangkan sih, ketika saya dengar mereka meeting, sungguh saya itu seperti dapat kursus gratis. FYI, saya sekarang work sebagai Junior Analyst SAP dan yang saya tau, untuk latihan yang benar harus ada mentor Senior Consultant, SC seperti ini cukup sulit ditemukan yang mau mengajar dan mahal, harganya sampai hari ini yang paling murah antara 1-2 juta rupiah per/hari. See? dan saya sudah 2 hari ditambah dengan debat PM, harusnya saya udah keluar berjuta-juta rupiah. Wah, this is what i say that i am a lucky person.
Well, i've got to bed, besok masih ada kerjaan lagi. See you around!
Hari ini hari kedua saya bekerja di perusahaan asing. Surprisingly, saya pada hari pertama langsung ditempatkan di proyek, alias bukan di HQ, yah memang dari awal, saya memang harus di proyek ini untuk kedepannya. Cerita di hari pertama saya sebenarnya enggak terlalu seru.. umm tapi seru juga sih sebenarnya karena ceritanya saya kaget banget saat adanya transisi dari "santai" ke "sangat tidak santai" despite lumayan juga dapat laptop kerja yang di provide sama perusahaan.
Pertemuan saya dengan Jom dari Phillipines, Project Manager in charge yang menjadi atasan saya selama bulan Desember ini bersama Ricky, teman baru yang akan juga ikut dalam proyek ini tapi hanya bulan desember, karena Ricky sepertinya akan dipindah ke proyek lain.
Transisi yang saya harus rasakan benar-benar berubah 180 derajat, dimana saya harus selalu senantiasa aware dengan segala kemungkinan pekerjaan yang mungkin akan muncul ditambah dengan Jom yang sama sekali tidak bisa bicara bahasa, jadinya saya harus selalu standby dengan dualisme dengan bahasa inggris setiap harinya. Ohya, ditambah pula harus kerja sama dengan Accenture, vendor service yang selalu jadi idaman kerja para lulusan IT dimanapun. This such a living dream in my opinion.
Hari kedua,
Hari kedua sih sepertinya rasa sulit mulai agak terobati saat ikut weekly meeting Project Management Organization. Agak sedikit kaku karena introducing diawali dengan interogasi antara saya dengan anggota rapat, ya maklum karena saya yang nanti ada diantara mereka untuk kedepannya. Hari ini juga ada kejadian tak terlupakan dimana PM saya dan PM Accenture discuss meeting yang sedikit agak "alot", jatuhnya jadi seperti debat "hampir" kusir yang disebabkan adanya missmatch dan misscom antara dua belah pihak, tapi in my opinion, clientnya sendiri kurang kooperatif dan cenderung jadi pemicu adanya ketegangan.
Actually menyenangkan sih, ketika saya dengar mereka meeting, sungguh saya itu seperti dapat kursus gratis. FYI, saya sekarang work sebagai Junior Analyst SAP dan yang saya tau, untuk latihan yang benar harus ada mentor Senior Consultant, SC seperti ini cukup sulit ditemukan yang mau mengajar dan mahal, harganya sampai hari ini yang paling murah antara 1-2 juta rupiah per/hari. See? dan saya sudah 2 hari ditambah dengan debat PM, harusnya saya udah keluar berjuta-juta rupiah. Wah, this is what i say that i am a lucky person.
Well, i've got to bed, besok masih ada kerjaan lagi. See you around!
Comments