42.Rekam Jejak.
Untuk ke sekian kalinya, saya ganti layout lagi. Bete sama layout yang lama, semakin lama di utak atik, semakin hancur, jadinya buat yang barupun enggak terbendung lagi. Masih sama, putih, polos karena gampang untuk edit, putih polos karena gampang ngubah kodenya, tinggal pasang kode background : #ffffff, jadi warna putih semua dan masalah selesai.
Jujur, blog ini benar-benar pengobat hati dikala sedih banget, sepi dan baik penuh atau kosongnya pekerjaan yang ada, tempat saya curhat, tempat rekam jejak kehidupan saya semuanya. Terinspirasi? paling enggak jauh dari Raditya Dika, Benazio, tap jujur, ide menulis ini benar-benar "pure" dari pemikiran akan rekam jejak saya selama lahir di dunia. Cerita saya berhasil, gagal, pengalaman menarik, semuanya punya nilai dan andil selama saya hidup. Memang sih, enggak semua orang itu suka dengan namanya menulis, mereka pikir, menulis itu buang waktu, menulis itu membosankan dan sering kali enggak ada ide untuk nulis apa, well, itu juga terpikirkan sama saya juga.
Untuk masalah ide, bagi yang enggak suka nulis, nulis itu belum tentu hanya fiktif atau membuat karangan kayak ujian waktu SD dulu, tapi dengan menulis rekam jejak petualangan kita selama di dunia, manfaatnya terasa saat kita tua, karena tulisan itu sifatnya kekal. Walaupun ada Twitter, Facebook, Path dan segala social media lain, tapi menurut saya, blog itu adalah tempat praktis untuk menuliskan semua ide, pengalaman dalam jumlah masif yang bisa dibuat menarik dan dibaca banyak orang.
Jadi, menurut saya, baik radit atau bena, mereka bisa jadi pionir untuk inspirasi dan menurut saya positif. Namun, makin banyak aja orang-orang yang malah "jadi" (secara harfiah) ngikut mereka. Saya lebih suka Catatan Dahlan Iskan yang lebih "wordy". Tapi balik lagi, itu namanya selera sih jadi terserah.
Terselip prihatin saya dengan teman-teman saya yang mungkin agaknya sulit untuk menyadari pentingnya merekam jejak mereka, atau mungkin mereka memang membiarkan semua pengalaman hidupnya hanya kenangan, jadi, bagi yang belum punya rekam jejak online ini, belum terlambat untuk buat, bukannya promosi, tapi ini adalah album foto dalam bentuk tulisan yang akan dilihat nanti, nanti saat kita menyadari bahwa begitu lucunya saat kita muda dulu.
Bahkan CEO Facebook, Mark Zuckerberg aja, punya personal webblog sebelum dia lauch Facebook dan tentunya CEO lainnya, masih belum tertarik? coba deh. :)
Jujur, blog ini benar-benar pengobat hati dikala sedih banget, sepi dan baik penuh atau kosongnya pekerjaan yang ada, tempat saya curhat, tempat rekam jejak kehidupan saya semuanya. Terinspirasi? paling enggak jauh dari Raditya Dika, Benazio, tap jujur, ide menulis ini benar-benar "pure" dari pemikiran akan rekam jejak saya selama lahir di dunia. Cerita saya berhasil, gagal, pengalaman menarik, semuanya punya nilai dan andil selama saya hidup. Memang sih, enggak semua orang itu suka dengan namanya menulis, mereka pikir, menulis itu buang waktu, menulis itu membosankan dan sering kali enggak ada ide untuk nulis apa, well, itu juga terpikirkan sama saya juga.
Untuk masalah ide, bagi yang enggak suka nulis, nulis itu belum tentu hanya fiktif atau membuat karangan kayak ujian waktu SD dulu, tapi dengan menulis rekam jejak petualangan kita selama di dunia, manfaatnya terasa saat kita tua, karena tulisan itu sifatnya kekal. Walaupun ada Twitter, Facebook, Path dan segala social media lain, tapi menurut saya, blog itu adalah tempat praktis untuk menuliskan semua ide, pengalaman dalam jumlah masif yang bisa dibuat menarik dan dibaca banyak orang.
Jadi, menurut saya, baik radit atau bena, mereka bisa jadi pionir untuk inspirasi dan menurut saya positif. Namun, makin banyak aja orang-orang yang malah "jadi" (secara harfiah) ngikut mereka. Saya lebih suka Catatan Dahlan Iskan yang lebih "wordy". Tapi balik lagi, itu namanya selera sih jadi terserah.
Terselip prihatin saya dengan teman-teman saya yang mungkin agaknya sulit untuk menyadari pentingnya merekam jejak mereka, atau mungkin mereka memang membiarkan semua pengalaman hidupnya hanya kenangan, jadi, bagi yang belum punya rekam jejak online ini, belum terlambat untuk buat, bukannya promosi, tapi ini adalah album foto dalam bentuk tulisan yang akan dilihat nanti, nanti saat kita menyadari bahwa begitu lucunya saat kita muda dulu.
Bahkan CEO Facebook, Mark Zuckerberg aja, punya personal webblog sebelum dia lauch Facebook dan tentunya CEO lainnya, masih belum tertarik? coba deh. :)
Comments
tp jadinyaga ada yg kreatif...
:P