69.2014.
Jadi, darimana saya harus mulai?
So, 2014 akhirnya datang menghampiri dengan membawa banyak buah tangan berupa tanggung jawab yang harus dihadapi selama 12 bulan kedepan, malam ini.. saya duduk ditemani kopi manis seperti ingin saling bertukar pendapat mengenai apa yang harus saya targetkan di hari-hari mendatang. Harus saya akui, tahun 2013 adalah salah satu tahun terberat dari tahun-tahun sebelumnya, banyak banget hal-hal besar terjadi baik secara keluarga maupun kehidupan pribadi yang pasang surut.
dan mungkin ini juga saatnya saya harus jujur. Saya harus move on dan mencoba untuk jadi seorang yang lebih kuat dari sisi mental, 2013 sudah jadi tahun yang memuakkan, sangat memuakkan. Banyak hal terjadi, positifnya? saya ditempa oleh hal-hal yang semua orang tidak ingin itu terjadi pada diri mereka, menjadi seseorang yang berbeda dari luar, menjadi orang yang jauh ingin menjadi sukses lebih dari orang lain. Harus saya akui juga, dari sisi ini, seakan hanya saya seorang yang mempunyai masalah segitu besarnya padahal banyak orang yang mungkin jauh lebih parah dari saya dan terjadi di usia yang lebih muda dari saya sekarang ini.
Rasanya banyak sekali resolusi yang ada di benak saya yang saya sangat-sangat ingin sekali catat di sebuah kertas putih, salah satunya adalah resolusi untuk sebuah drama hidup yang terjadi selama 5 tahun terakhir, sebuah drama yang sudah terlalu banyak episode. Kata capek itu seperti penggalan kata percuma untuk dikatakan, toh sebanyak apapun kata capek enggak bisa sedikitpun mengurangi episode yang selalu bertambah seakan Tuhan sangat menggemari series hidup saya dan tidak ingin mengakhirinya sedikitpun.
Kejujuran lain, sebenarnya saya benci sekali untuk bicara mengenai hal ini, bukannya saya ingin dilihat atau dikasihani, tidak sama sekali. Tapi dengan menulis, sedikitnya ada kepuasan dalam mengutarakan apapun (sejauh ini). di lain hal, saya juga berharap bisa jadi lebih dewasa dalam love life. Jika masih diberi umur, tahun demi tahun umur saya akan bertambah satu demi satu, 4...5....6 tahun bukanlah angka lama, saya ingin sekali rasanya bisa bersikap jauh lebih tegas dalam menentukan sesuatu, bertindak, lebih bisa berpikir secara luas dari banyak sisi. Kaitannya? yah, silakan pikir sendiri saja, saya yakin.. saat 10 tahun kedepan dan saya baca tulisan ini lagi, saya akan tersenyum dan berkata "akhirnya, saya mengerti".
How cute my life is, saya pun tidak pernah bermimpi punya hidup yang begitu berwarna di usia muda. Masih seperti awal tahun kemarin, dengan harapan yang sama, saya masih berharap episode ini tamat tahun ini dengan berakhir indah..semoga.
Happy new year.
So, 2014 akhirnya datang menghampiri dengan membawa banyak buah tangan berupa tanggung jawab yang harus dihadapi selama 12 bulan kedepan, malam ini.. saya duduk ditemani kopi manis seperti ingin saling bertukar pendapat mengenai apa yang harus saya targetkan di hari-hari mendatang. Harus saya akui, tahun 2013 adalah salah satu tahun terberat dari tahun-tahun sebelumnya, banyak banget hal-hal besar terjadi baik secara keluarga maupun kehidupan pribadi yang pasang surut.
dan mungkin ini juga saatnya saya harus jujur. Saya harus move on dan mencoba untuk jadi seorang yang lebih kuat dari sisi mental, 2013 sudah jadi tahun yang memuakkan, sangat memuakkan. Banyak hal terjadi, positifnya? saya ditempa oleh hal-hal yang semua orang tidak ingin itu terjadi pada diri mereka, menjadi seseorang yang berbeda dari luar, menjadi orang yang jauh ingin menjadi sukses lebih dari orang lain. Harus saya akui juga, dari sisi ini, seakan hanya saya seorang yang mempunyai masalah segitu besarnya padahal banyak orang yang mungkin jauh lebih parah dari saya dan terjadi di usia yang lebih muda dari saya sekarang ini.
Rasanya banyak sekali resolusi yang ada di benak saya yang saya sangat-sangat ingin sekali catat di sebuah kertas putih, salah satunya adalah resolusi untuk sebuah drama hidup yang terjadi selama 5 tahun terakhir, sebuah drama yang sudah terlalu banyak episode. Kata capek itu seperti penggalan kata percuma untuk dikatakan, toh sebanyak apapun kata capek enggak bisa sedikitpun mengurangi episode yang selalu bertambah seakan Tuhan sangat menggemari series hidup saya dan tidak ingin mengakhirinya sedikitpun.
Kejujuran lain, sebenarnya saya benci sekali untuk bicara mengenai hal ini, bukannya saya ingin dilihat atau dikasihani, tidak sama sekali. Tapi dengan menulis, sedikitnya ada kepuasan dalam mengutarakan apapun (sejauh ini). di lain hal, saya juga berharap bisa jadi lebih dewasa dalam love life. Jika masih diberi umur, tahun demi tahun umur saya akan bertambah satu demi satu, 4...5....6 tahun bukanlah angka lama, saya ingin sekali rasanya bisa bersikap jauh lebih tegas dalam menentukan sesuatu, bertindak, lebih bisa berpikir secara luas dari banyak sisi. Kaitannya? yah, silakan pikir sendiri saja, saya yakin.. saat 10 tahun kedepan dan saya baca tulisan ini lagi, saya akan tersenyum dan berkata "akhirnya, saya mengerti".
How cute my life is, saya pun tidak pernah bermimpi punya hidup yang begitu berwarna di usia muda. Masih seperti awal tahun kemarin, dengan harapan yang sama, saya masih berharap episode ini tamat tahun ini dengan berakhir indah..semoga.
Happy new year.
Comments