77.Garuda IV.

Sebetulnya hari ini adalah hari yang sangat dinanti, setelah menunggu sekitar sebulan, akhirnya muncul juga jadwal lanjutan saya untuk tes garuda lagi. Enggak bisa dipungkiri, saya memang terkesan ambisius untuk hal yang satu ini, gimana enggak? ini adalah salah satu sarana saya untuk pergi ke tempat yang lebih baik, selain itu, saya sepertinya merasa "agak" jenuh dengan pekerjaan saya sekarang. #klasik.

Kali ini perjalanan cukup jauh karena tes berlangsung di daerah perkantoran garuda di bandara soetta, alhasil harga mahal tidak terelakkan untuk keluar dari dompet karena harus naik taksi apalagi tesnya dilaksanakan pagi-pagi jam 8. Rasa ganteng saya kembali muncul kala mengenakkan jas lengkap dengan dasi, saya merasa seperti eksekutif muda kaya yang tak gentar menghadapi rentetan kerasnya dunia kerja, ahayy..saya sombong sekali, tapi ini adalah cara saya untuk meningkatkan rasa percaya diri.

6.30 
Saya tiba di gedung yang dituju, ternyata sudah banyak manusia-manusia yang mendapat kesempatan yang sama dengan saya sudah muncul dengan raut wajah ragu akan kepastian..ya, saya juga gitu kok. Saya coba berkenalan dengan mereka yang datang dari wilayah yang berbeda-beda namun dengan satu kesamaan, kami semua belajar di genre yang sama.. komputer. Berhubung bukan hobi saya untuk diam-diam saja, sembari mengisi waktu dan mencairkan suasana.. kami pun berkenalan satu-sama-lain.

08.00 
adalah waktu dimulainya ketegangan, kami saat itu ber-9 dan dimasukkan di satu ruang dengan satu meja rapat panjang. Seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya di email, kami diharuskan untuk membuat SWOT analysis dari kasus garuda dengan tenggat waktu 60 menit yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi individu di depan user garuda. Rasa percaya diri saya, saya tingkatkan hingga level maksimal untuk mengerjakan hal yang satu ini karena saya percaya dengan kemampuan analisis saya.

Kasusnya ternyata benar diambil dari kejadian nyata yang dialami garuda, tapi uniknya apa entah karena kami dikelompokkan bagian teknik, kami diberi kasus tentang ATR72-600 garuda alias pesawat kecil nya yang baru. Berhubung saya tidak tau sama sekali tentang itu, internet akhirnya diharapkan jadi penyambung nasib saya di ujian kali ini.

Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah 1 jam kami duduk penuh ketegangan. Tapi kali ini ketengangan itu seakan turun ketika hrd memberi pengarahan tentang "jika" kami masuk garuda. Ini adalah saat-saat kami dibuat terbang di awang-awang membayangkan kami "jika" kami memang benar-benar menjadi bagian dari garuda.

Giliran saya datang sebelum makan siang, waktu dimana saya harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah ditulis di slide powerpoint sebelumnya. Berbekal percaya diri, saya masuk di satu ruangan yang berisi 5 orang yang sudah duduk manis dihadapan saya. Slide demi slide saya ceritakan satu demi satu, yang buat saya yakin adalah dimana kesemua mata tertuju serius mendengarkan presentasi yang saya bawakan. Namun sepertinya saya tidak sadar bahwa ternyata ada bahaya yang akan menerkam nanti.

Saya dikejutkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang hakikatnya saya tidak mengerti itu apa karena apa semi technical untuk pesawat bahkan nama pesawatnya pun tidak pernah saya tau sebelumnya, singkatnya ini seperti sidang skripsi yang lebih parah.. thesis anda hanya dibuat dalam waktu 1 jam, tapi panelis jumlahnya 2x lipat saat anda sidang.

Saya hanya berharap keringat saya terbayar di akhir. Waktu satu jam ternyata sama sekali tidak terasa karena saya sudah mencurahkan perhatian dan tenaga saya di presentasi tersebut, harus saya akui, untuk bekerja di instansi lokal yang mendunia itu memang susah tiada tara.

Sekali lagi, perjuangan saya sudah maksimal. Tanpa bertanya dengan kontestan lain, saya masih optimis masuk. harus masuk.


Comments

Popular posts from this blog

143.QUOTE DEEPAK CHOPRA

136.GUNUNG MUNARA

139.BYE.COM