102.Peucang Dua.



08.00-10.00
Sarapan pagi, siap siap berangkat check out dari homestay menuju sungai Cigenter.  Kami bisa dibilang menuju kembali ke pulau jawa karena konon sungai Cigenter ini jika diteruskan akan sampai ke pulau jawa. Kano-ing ini mengibaratkan seperti berperahu di sungai amazon, airnya tenang, hijau gelap di kanan kiri hutan..pure..rawa. Kami ber kano selama 2 km jauhnya, lumayan capek juga karena kami juga harus mendayung.


11.00
Tibalah kami di pulau Badul. Pulau kecil, mungil dengan pasir putih. Luas dari pulau ini tidak lebih dari lapangan bola, bahkan mungkin hanya setengahnya. Buruknya adalah saat kapal kami harus berhenti agak jauh dari pulau itu karena kapalnya tidak bisa menepi. Alasannya si abang kapalnya karena orangnya banyak jadi terlalu berat, tapi buat saya itu enggak make sense karena semua tergantung angin juga. Intinya kami disuruh nyebur dari jauh, mungkin ada 100-200 m. Sebenarnya berenangnya aja sih enggak masalah, tapi saya hanya mikir saat ombaknya itu yang cukup kencang, ditambah ini dilaut lepas, saya belum pernah harus berenang sejauh itu di ombak seperti ini.

Saya sok hebat dengan tidak memakai pelampung, tapi menurut saya, pelampung itu disaat begini malah akan menyusahkan karena tenaga kita akan kalah sama ombak ditambah pelampung jadi makin susah gerak walaupun kita mengambang di laut. Well, saya harus kuat demi pemandangan bagus, ya kan?

Segini jauhnya pak.

Perjuangan banget, kecapean bahkan hampir tenggelam karena kebanyakan kemasukan air laut, sampai di pasir saya hanya duduk sebentar cari nafas. Quite amaze dengan teman saya si Sofyan yang enggak bisa berenang tapi dia berani dan sampai walaupun dengan susah payah, lain dengan si Rudy karena dia ada insiden penyelamatan karena ada salah satu orang-arief- yang tenggelam tapi karena memang enggak bisa berenangnya lebih parah, ditambah si guidenya pula juga ikutan tenggelam, tapi lebih kearah insiden snorkle-nya kemasukan banyak air laut.

Setelah  mengitari pulau satu kali, pertanyaannya hanya satu, gimana cara pulangnya. Saya dan Sofyan akhirnya berinisiatif untuk kerjasama. Saya yang enggak pakai pelampung, nebeng si sofyan dengan cara pegangan. Sofyan yang sudah kehabisan tenaga, jadi pengarah jalan pulang, jadi saya hanya total membantu dari segi tenaga berenang. Ditengah jalan, kami stop 2x karena ombaknya besar dan si Sofyan sering kemasukan air. Sebelum panik, saya terus semangati dia supaya cepat naik kapal lagi. Oh iya, si Rudy akhirnya batal untuk lanjut berenang lagi di spot ini. sayang sekali.

13.00

Setelah makan siang, kami masuk ke itenary terakhir kami, yaitu snorkle di pulau oar. Yah lumayan lah untuk yang terakhir ini setidaknya kami tidak kecewa karena biotanya lebih bagus daripada kedua snorkling sebelumnya. Airnya lebih tenang, tapi karangnya lebih banyak dan tajam. Jadi lebih berhati-hati, si Sofyan akhirnya menyerah kecapekan dan si Rudy? dia balas dendam dengan jadi yang pertama nyebur ke ke laut. Paling tidak, snorkling yang ada tidak terlalu buruk.

15.00
Kami sudah harus kembali ke desa, karena mengejar waktu pulang yang cukup panjang di jalan. Kembali ke spot awal. Persiapan kembali ke hiruk-pikuk kota.

17.00
Setelah mandi, punggung saya perih bukan kepalang, ternyata saya kena luka bakar efek dari enggak pake sunscreen. Maklum, enggak ada wanita yang ikut, harusnya bawa sunscreen malah bawanya soffel anti nyamuk, walaupun sama-sama lotion, tapi kan efeknya beda. hahaha.

Yaudah, sekarang perjalanannya udah selesai, capek, tidur di bus yang jalannnya naik turun naik turun. Ceritanya pun juga udah selesai.

I hope i can have many of these adventures soon.

mention:
*trip ini paket dari www.funtripstour.com dengan harga 790.000/pax + snorkle 45.000. Quite expensive tapi worth kok, karena kalau saya udah sama sekali enggak ngeluarin duit lagi.

Comments

Popular posts from this blog

143.QUOTE DEEPAK CHOPRA

136.GUNUNG MUNARA

139.BYE.COM