117.

Masih terkait dengan balada patah hati.

Last night (selasa malam), i talked to someone, sebuah percakapan singkat yang bisa membuat gue meledak-ledak tapi bingung entah kenapa. Diskusi hangat dan singkat yang bisa menampar gue sekeras-kerasnya bahwa gue itu harus sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi. ya.. bisa dibilang, gue merasa sepi dikarenakan kebiasaan yang berubah. Hal ini berimbas pada banyak hal yang gue pikirkan untuk membuat hidup gue enggak sepi, tapi apa?. Gue nggak mau cerita banyak disini, terlalu malas untuk cerita, terlalu eneg buat diingat dan saking lebaynya, rasanya gue pengen mukul tembok. ha.ha.ha.

Mengingat dari bulan januari awal tahun ini, ada hal yang cukup signifikan berubah dari gue. yaitu berat badan, masalah klasik yang selalu saja menjadi objek verbal bullying bagi orang-orang terdekat gue. Inget banget waktu itu gue berjanji untuk melakukan perubahan yang harus dipatuhi untuk membuat fisik gue oke, menurut gue.  Tapi susahnya ampun, se ampun ampunnya untuk coba komitmen untuk bisa strict pada peraturan. Begini lho, gue itu seringnya merasa udah kecapean dan pulang kantor itu merasa it's time for me to take a rest, even pada kenyataannya cuma pulang kantorlah satu satunya waktu untuk bisa olahraga. TERUS? gimana mau kurus?.

fuh. Percuma juga gue marah-marah, kenyataannya tetap terus begitu, berulang dan gue tetep buncit dengan lemak bergelambir didalamnya. Positifnya, toh kali ini enggak ada yang care dengan semua itu, enggak ada juga yang komentar gimana harusnya gue berpenampilan...

Sebenarnya keadaan makin diperparah dengan gue agak sulit buat cope dengan joke teman kantor, gue terlalu diam, pasif tapi gue sulit untuk berbaur, gue yang sekarang enggak bisa tertawa lebar dengan joke joke yang menurut gue aneh. Jujur juga sih, sebenarnya gue agak bingung gimana cara gue harus berteman, gue sekarang adalah gue yang kaku, enggak luwes dan sangat sulit untuk terbuka, gue merasa agak terpinggirkan karena gue enggak bisa ikut mereka, di exclude di grup line yang "terlihat" sekali kalau gue enggak diikutkan. Maklum kantor gue orangnya masih sangat sedikit..ya.. sangat sedikit, jadinya kelihatan banget kalau ada yang berbeda, dan itu gue. kalau diibaratkan dengan fase kerja, gaji gue lumayan enak, bos lumayan enak, tapi lingkungannya yang enggak enak, tapi gue harus tahan, mau gimana lagi. sucks man.. sucks!

Iya tau..  intinya gue sendirian sekarang. gue bener-bener serius dengan adanya komunitas baru atau orang-orang lain yang menarik untuk berdiskusi tentang hal baru, entah bisnis atau apapun yang menarik. gue sulit untuk baur dengan teman kantor, distraction gue ya harus diluar atau ganti kerjaan baru emang, tapi itu bukan opsi terdekat gue, balik  lagi.. ya memang, gue harus cari distraction baru diluar kantor..  harus.

jujur aja, gue seperti  hidup sendirian, agak  kehilangan arah, karena gue banyak memendam semuanya sendirian juga. semoga gue terus stay strong.

Comments

Popular posts from this blog

143.QUOTE DEEPAK CHOPRA

136.GUNUNG MUNARA

139.BYE.COM