121.shine

Things have changed a lot, but one thing remain the same, once a jerk will always be a jerk. Ketika kamu punya sesuatu yang buruk dibelakangmu, it will remains there, nggak bakal kemana-mana dan akan tetap melekat dipunggungmu.

Diatas itu cuma salah satu inti dari tulisan ini, dimana kenyataan yang pasti adalah lo hanya bisa menutupi dan menutup jika ada orang yang coba buat membuka lagi kesalahan lo. Meyakinkan seseorang itu bukan sesuatu yang mudah, sangat-sangat berat, diperparah jika apa posisi lo adalah orang yang pernah nyakitin lo, imagine how its hard.

I just got back from Solo, met someone important. Dari pertemuan gue yang cukup singkat, gue menemukan banyak sekali pelajaran disitu. Gue belajar untuk menghargai seseorang, tangguh dalam menerima keputusan dan keyakinan lo diuji apakah kuat atau nggak, goyah atau nggak setelah diberikan fakta-fakta yang mungkin sangat menyakitkan lo. Disini, mungkin bisa dapat mengintepretasikan sebuah kondisi yang sangat buruk yang sudah gue lewati, atau bisa dibilang ini bisa jadi salah satu ujian hidup gue saat menentukan jalan yang mau gue pilih.

Jodoh, cuma Allah yang tau siapa yang akan bersama gue nanti, hanya salah satu dari banyak aspek yang benar-benar rahasia Allah atau tidak ada satupun yang tau, tapi gue masih yakin, kalau untuk objek ini, masih bisa diusahakan hingga titik darah penghabisan. Yang membedakan sudut kedewasaannya adalah kapan lo harus berhenti berjuang, lo punya waktu yang harus dihabiskan, lo punya tenaga yang harus dicurahkan dan lo punya masa depan yang menunggu, tentu hal ini juga hal-hal yang penting yang harus di atur dengan baik.

Jodoh, bicara soal ini juga menyambung ke ketulusan seseorang, bukan eksak dimana lo akan mendapatkan sesuai dengan yang lo usahakan, fakta itu adalah nol besar kebenarannya. Ketulusan itu dilihat dari kejujuran, gue berpikir bahwa "ugly truth" itu masih lebih baik ketimbang "white lies" yang sifatnya hanya sementara, walaupun keduanya bersifat membunuh di kedua mata pedangnya. Keduanya bisa membawa lo menyelesaikan masalah, yang membedakan itu adalah lama tidaknya masalah itu tetap ada. ugly truth itu susah diucapkan, harus banyak dipikir sebelum dikatakan dan tentunya bisa jadi bumerang buat lo sendiri sedangkan white lies itu sifatnya sementara, lo hanya berfikir singkat dan bumerang itu akan seterusnya berulang ke kehidupan lo. Disini gue hanya mau bilang, bahwa keputusan untuk lo mengambil sikap ugly truth itu adalah keputusan yang benar dan yakinlah bahwa memang ugly truth itu memang sangat dibutuhkan untuk masalah terkait jodoh ini.

I've done both, honestly in the past time, and i felt really wrong.

Tapi untuk pertemuan gue di Solo itu, i've decided to go for ugly truth. kenapa? karena menurut gue, apapun yang terjadi, apapun yang akan gue alami, gue harus lewati itu, gue masih punya masa depan yang harus gue raih dan gue berpikir dengan gue memutuskan untuk mengatakan ugly truth, gue bisa jadi antara mendapatkan yang gue mau atau tidak sama sekali, this is my risk. Efek ugly truth ini ternyata bisa membawa kita jadi lebih lega apapun hasilnya setelah disampaikan, kepuasan tentang mengatakan sesuatu yang sebenarnya membuat kepala kita jadi lebih tenang dan fresh dan ini yang memang gue rasakan, walau efek dominonya adalah perasaan yang berkalut, yang membuat emosi kita jadi seperti linglung, menyesali semua yang pernah kita lakukan.. as you can imagine, mungkin bisa dikatakan seperti pengakuan dosa, hard to tell, hurt to feel.

Another thing about Jodoh, masih terkait dengan tulus, kejujuran dan masa depan, kita bicara mengenai menerima keputusan. Yea, keputusan itu adalah judgement, you go pass or not. sesederhana itu, tapi sikap kita yang bisa menerima keputusan itu yang sangat sulit untuk dilakukan, di aplikasikan di kenyataannya, hal ini yang masih gue pelajari dan gue nggak tau apapun soal ini, berat rasanya untuk menerima sesuatu yang gue tidak pernah ekspektasikan. seperti kekalahan yang tidak diduga atau mungkin kenyataan pahit yang tidak pernah diminta. Bagaimana kita menerima itu semua? ini masih jadi pekerjaan diri gue yang sangat besar.

In the end, yang gue mau bilang adalah, Jodoh itu objek yang lo harus usahakan dengan ketulusan walaupun in the end, you will get something you would not expect. Semua realita yang harus dilewati karena ini adalah bagian dari siklus hidup manusia. Lahir, tumbuh, bekerja, menikah, berketurunan, mati adalah manusiawi, walaupun banyak orang yang punya pemikiran sendiri, tapi ya standarnya adalah itu... semuanya pun juga rahasia Allah, kenapa kita dilahirkan?, kenapa kita tumbuh? kenapa kita harus bekerja? kenapa kita harus menikah? berketurunan? dan mati pada akhirnya. Kita tidak dibekali otak yang bisa memikirkan setiap detil nasib kita, kenapa harus begini, begitu, apa yang terjadi di masa depan... yang kita butuhkan cuma yakin dan pasrah, jalani setiap hal yang lo yakini itu benar, pasrahkan kepada Allah jika menurut-Nya apa yang yakini itu ternyata tidak tepat, kita diberi hak untuk meminta diarahkan ke arah yang benar. sesimpel itu. even pada aplikasinya tidak sesimpel yang dibayangkan. so let it be.

Just be honest on yourself, sincere disaat lo harus berhadapan dengan jodoh yang lo yakini itu benar, usahakan semaksimal mungkin karena apa  yang lo usahakan itu tidak akan pernah sia-sia, tau kapan lo harus berhenti karena lo masih punya masa depan untuk dikejar dan tentunya, pasrahkan semua pada Allah untuk segala akhir yang akan lo hadapi nantinya.

just... be tough.

Comments

Popular posts from this blog

143.QUOTE DEEPAK CHOPRA

136.GUNUNG MUNARA

139.BYE.COM