122.low-profile.
Banyak yang bilang, gue itu bisa dengan mudah untuk berbaur dengan orang lain, dekat dengan orang lain yang baru dan bisa dengan cepat untuk beradaptasi dengan sekitar yang baru. Di poin ini sebenarnya gue berpikir sedikit bahwa gue pada dasarnya enggak sepenuhnya begitu, gue mengakui sih kalau gue memang sangat terbuka untuk kenal orang baru dan gue suka itu, tapi setelah kita tau sebenarnya siapa lawannya, ternyata nggak juga, balik lagi.. cocok cocokan juga.
Gue terpikir sih bahwa mungkin selama ini apa yang gue alami di kantor, selama ini yang gue catat dimanapun tentang keluhan gue, ternyata emang mengerucut ke satu poin. Sebenarnya tadinya gue enggak mau mikirin ini, tapi saat gue ngobrol sama orang penting di Solo, dia bilang bahwa gue itu hanya punya masalah ketidakcocokan dengan profil orang sekitar gue, gue sulit untuk mengikuti mereka, gaya hidup mereka. Mereka nggak tau sama sekali apa yang terjadi sama gue, apa yang gue rasakan dibelakang gue, kenapa seakan gue nggak mau untuk gabung mereka. Yes, dan gue juga nggak perlu tau mereka bagaimana, dibelakang mereka, gue hanya keep buat diri gue sendiri dan beberapa orang yang cocok sama gue.
Maaf dengan harsh statement diatas.
Kita nggak bisa bohong darimana kita berasal, kita juga punya gaya hidup sendiri tergantung kenyamanan kita untuk menjalaninya, gue di didik setinggi apapun gue jadi orang, gue harus kembali ke asal gue, sekali makan gado-gado, gue akan makan gado-gado terus sampai gue sukses nanti juga. Gue nggak tau gimana cara mengekspresikannya ditulisan ini, intinya adalah gue ternyata lebih cocok dengan orang-orang low-profile, dimana gue bisa jadi apa adanya. Selama gue di kantor gue yang sekarang, ya wajar gue jadi orang yang berbeda.... bisa dibilang, bukan gue yang sebenarnya, sangat introvert, away dari sekitar, cenderung sendiri. Keadaan yang sedikit terulang lagi saat gue SMP dulu, gue masuk di sekolah yang mayoritas anak-anak berada dan gue nggak bisa ngikutin mereka. Alhasil nilai gue banyak yang jelek, pressure.
Mungkin jalan satu-satunya ya gue harus move, pindah..... harus gue akui, secara gaji dan atasan adalah dalam kondisi sangat baik, tapi benar.. faktor lingkungan ini yang berpengaruh.
Tapi gue nggak tau, kapan Allah memberi pencerahan itu? nggak ada yang tau tepatnya sih, enggak cuma gue.
Gue terpikir sih bahwa mungkin selama ini apa yang gue alami di kantor, selama ini yang gue catat dimanapun tentang keluhan gue, ternyata emang mengerucut ke satu poin. Sebenarnya tadinya gue enggak mau mikirin ini, tapi saat gue ngobrol sama orang penting di Solo, dia bilang bahwa gue itu hanya punya masalah ketidakcocokan dengan profil orang sekitar gue, gue sulit untuk mengikuti mereka, gaya hidup mereka. Mereka nggak tau sama sekali apa yang terjadi sama gue, apa yang gue rasakan dibelakang gue, kenapa seakan gue nggak mau untuk gabung mereka. Yes, dan gue juga nggak perlu tau mereka bagaimana, dibelakang mereka, gue hanya keep buat diri gue sendiri dan beberapa orang yang cocok sama gue.
Maaf dengan harsh statement diatas.
Kita nggak bisa bohong darimana kita berasal, kita juga punya gaya hidup sendiri tergantung kenyamanan kita untuk menjalaninya, gue di didik setinggi apapun gue jadi orang, gue harus kembali ke asal gue, sekali makan gado-gado, gue akan makan gado-gado terus sampai gue sukses nanti juga. Gue nggak tau gimana cara mengekspresikannya ditulisan ini, intinya adalah gue ternyata lebih cocok dengan orang-orang low-profile, dimana gue bisa jadi apa adanya. Selama gue di kantor gue yang sekarang, ya wajar gue jadi orang yang berbeda.... bisa dibilang, bukan gue yang sebenarnya, sangat introvert, away dari sekitar, cenderung sendiri. Keadaan yang sedikit terulang lagi saat gue SMP dulu, gue masuk di sekolah yang mayoritas anak-anak berada dan gue nggak bisa ngikutin mereka. Alhasil nilai gue banyak yang jelek, pressure.
Mungkin jalan satu-satunya ya gue harus move, pindah..... harus gue akui, secara gaji dan atasan adalah dalam kondisi sangat baik, tapi benar.. faktor lingkungan ini yang berpengaruh.
Tapi gue nggak tau, kapan Allah memberi pencerahan itu? nggak ada yang tau tepatnya sih, enggak cuma gue.
Comments